Di sisi lain, Menkeu menjelaskan aktivitas sektor riil global juga menunjukkan ketahanan, tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur global yang hingga November masih berada di zona ekspansi. Sejumlah negara emerging market, termasuk Indonesia, bahkan mencatatkan kinerja manufaktur yang solid. PMI manufaktur Indonesia pada November 2025 berada pada level 53,3, didukung peningkatan permintaan domestik menjelang momen Nataru, Imlek, serta Ramadan dan Idulfitri pada kuartal I 2026.
“PMI itu naik ke level yang tinggi, tertinggi sepanjang tahun ini mungkin. Artinya produsen juga melihat permintaan naik sehingga mereka meningkatkan rencana produksinya. Itu utamanya,” kata Menkeu.
Kinerja positif berbagai sektor, percepatan belanja negara, serta optimalisasi penerimaan akan terus didorong untuk menjaga ruang fiskal yang sehat dan responsif. APBN akan dikelola sebagai instrumen utama stabilisasi dan akselerasi pertumbuhan, memastikan program-program prioritas berjalan efektif, sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat di tengah dinamika kondisi ekonomi. (ahmad)
