“Ini mengindikasikan aktivitas investasi dan prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga,” kata Menkeu.
Lebih lanjut, Menkeu mengungkapkan bahwa tingkat inflasi hingga November 2025 sebesar 2,72 persen masih terjaga dalam kisaran yang ditetapkan, yaitu 2,5 persen ± 1 persen. Inflasi inti bergerak stabil, menguat, mencerminkan tingkat permintaan yang masih tumbuh. Adapun inflasi administered price masih bergerak rendah, didukung kebijakan energi nasional yang akomodatif. Pemerintah terus mewaspadai inflasi volatile food, terutama terkait musim hujan dan risiko bencana, melalui penguatan peran Bulog serta sinergi kebijakan pusat dan daerah.
Sementara itu, indikator konsumsi dan mobilitas masyarakat menunjukkan tren positif mencerminkan daya beli yang terjaga dan optimisme masyarakat. Penjualan ritel dan kendaraan bermotor tetap tumbuh, penjualan BBM konsisten ekspansif, serta konsumsi listrik relatif stabil dengan peningkatan pada sektor bisnis.
“Masyarakat sudah agak pulih daya belinya dan sudah belanja lebih tinggi dari yang sebelumnya. Jadi ekonomi kita sekitarnya kelihatannya sudah mulai ekspansi mungkin ke arah yang lebih cepat lagi ke depannya,” ungkap Menkeu.
