Ia menyebut, dukungan Djarum Foundation terhadap olahraga panahan ini tak lepas dari potensi ukiran prestasi para atlet di level internasional. Indonesia pernah meraih medali perak dalam Olimpiade Seoul 1988 melalui tiga srikandi Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani dan Lilies Handayani. Paling anyar, atlet panahan Indonesia mendulang medali emas dalam SEA Games Thailand 2025 melalui nomor Recurve individual serta beregu putra dan putri. Di nomor Compound, atlet panahan Indonesia juga meraih emas di nomor individual dan beregu putri.
“Dengan catatan prestasi tersebut, kami yakin bila ekosistem pembinaan atlet panahan dapat dipupuk dengan baik, bukan tidak mungkin Indonesia dapat berjaya di level yang lebih tinggi lagi seperti Olimpiade,” ucap Yoppy optimistis.
Sementara itu, dari arena pertandingan, pemanah muda asal DKI Jakarta, Galeno Rubyan Ashia yang bertanding di nomor Recurve U13 Perorangan Putra sukses meraih gelar juara. Di partai final, atlet dari Fast Kodamar ini mengungguli perlawanan hebat wakil Wibawa Mukti Archery, Ramdhani Khairul Anwar. Ia bertutur, kunci keberhasilannya di MilkLife Archery Challenge Kejurnas Panahan Antarklub 2025 tak lepas dar kedisiplinan dalam berlatih, konsistensi latihan, serta doa yang selalu dipanjatkan.

