“Rasanya senang banget, lega bisa jadi juara di MilkLife Archery Challenge – Kejurnas Antarklub 2025. Kunci keberhasilan saya bisa menjadi juara adalah disiplin dalam berlatih sama terus berdoa. Kesuksesan ini saya persembahkan buat ayah sama bunda. Ayah sudah banyak mendukung, terus bunda juga sabar mendampingi saya setiap berlatih dan bertanding. Target terdekat saya sekarang masuk Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda), tapi mimpi besarnya Insyaallah bisa sampai tampil di Olimpiade. Saya ingin terus menjadi juara di banyak kejuaraan, makanya harus latihan terus dan fokus jadi atlet panahan,” kata Galeno.
Sementara dari Divisi Recurve U15 Perorangan Putri, pemanah asal Grobogan Archery School, Kori Rajwa Nuha Saputro, tampil impresif di laga puncak sekaligus meredam perlawanan dari Alyeva Putri Rafina dari klub Fast Kodamar dan berhasil keluar sebagai juara.
Pada laga tersebut, Kori sempat merasa gugup karena harus kembali berhadapan dengan Alyeva. Pasalnya, di Kori pernah dikalahkan Alyeva di ajang lain sebelum gelaran Kejurnas Panahan Antarklub 2025. Meski persaingan merebut podium tertinggi sangat ketat, Kori mampu menjaga fokus dan meningkatkan kepercayaan diri sehingga ia mampu menjadi kampiun.

