“Elina sempat menolak dan berusaha mengusir mereka. Namun para pelaku tetap memaksa masuk dan mengancam akan mengangkat paksa seluruh penghuni rumah apabila tidak segera keluar,” ujar Willem.
Demi keselamatan anak-anak, Sari dan Musmirah akhirnya keluar dari rumah sambil membawa balita. Sementara Elina tetap berada di dalam rumah hingga akhirnya ditarik dan diangkat secara paksa oleh para pelaku.
“Klien kami diseret, diangkat, lalu dikeluarkan dari rumah. Akibatnya hidung korban berdarah dan wajahnya memar. Ada saksi atas kejadian tersebut,” katanya.
Setelah seluruh penghuni berada di luar, rumah tersebut dipasangi plang atas perintah dua orang yang disebut berinisial SM dan YS. Pemasangan plang itu membuat korban dan keluarganya tidak bisa kembali masuk ke rumah.
Tak berhenti di situ, pada 15 Agustus 2025, orang-orang yang diduga masih terkait dengan SM dan YS kembali mendatangi lokasi dan memindahkan seluruh barang milik keluarga Elina tanpa persetujuan. Barang-barang tersebut diangkut menggunakan dua mobil pikap ke lokasi yang tidak diketahui.
