Ia menambahkan, kegagalan di nomor ganda campuran dan tunggal putri menjadi bahan evaluasi ke depan.
“Ini adalah bentuk komitmen dan kemampuan kami sendiri untuk mendorong atlet muda agar terus berprestasi dan percaya diri menatap masa depan,” kata Nurdin.
Hasil dari sistem pembinaan tersebut mulai menunjukkan capaian signifikan. Salah satu atlet nasional Janice Tjen yang sebelumnya berada di peringkat 400-an dunia, kini berhasil menembus 53 dunia, menjadi bukti bahwa pola pembinaan dan kompetisi berkelanjutan yang dijalankan PELTI mulai membuahkan hasil.
Ke depan, PELTI telah menyiapkan target jangka menengah dan panjang, termasuk persiapan menuju Olimpiade. Program dirancang berlapis dengan regenerasi atlet yang berkesinambungan, didukung keikutsertaan dalam sedikitnya 20 seri turnamen internasional setiap tahun, serta kompetisi nasional yang padat dan terstruktur.
Seluruh kebutuhan atlet, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga perlengkapan pertandingan, kini ditanggung penuh oleh PELTI agar para pemain dapat fokus berlatih dan bertanding.

