Pengiriman jalur udara dioptimalkan untuk menjangkau wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses, seperti Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Tamiang.
Bantuan yang dikirimkan melalui jalur udara ini didominasi dengan bahan permakanan. Adapun armada yang dikerahkan adalah helikopter BNPB, pesawat jenis caravan, dan pesawat Caracal TNI AU.
BNPB juga mencatat total bantuan logistik yang masuk ke Pos Pendamping Nasional sejak 28 November hingga 10 Desember 2025 pukul 14.00 WIB mencapai 448,6 ton. Sebanyak 334 ton bantuan telah terkirim dan 114,5 ton di antaranya, masih akan terus dimaksimalkan pengirimannya.
Bantuan logistik ini berupa bahan pangan, air, sanitasi dan obat-obatan, sarana pendukung seperti kasur lipat, tenda, matras, selimut, lampu solar, perahu karet, dan terpal, serta dukungan operasional dan mobilitas seperti genset, kompresor, perangkat internet starlink, dan regulator gas.
Tidak ketinggalan bantuan berupa sandang dan perlengkapan pribadi juga dikirimkan kepada masyarakat terdampak di Aceh.
