BNPB memastikan pemerintah akan mengoptimalisasi pengiriman jalur darat agar bisa menambah muatan pengiriman logistik berupa non bahan makanan seperti tenda dan peralatan sarana dan prasarana untuk para pengungsi.
“Hal ini penting guna mendukung percepatan penanganan darurat di daerah-daerah terdampak di Wilayah Aceh,” katanya.
Selain itu, untuk pengiriman jalur udara akan digunakan untuk menjangkau lokasi-lokasi pengungsian masyarakat yang berjarak jauh dari posko utama di kabupaten atau kota.
BNPB juga memastikan bahwa pencatatan dan manajemen logistik di Pos Pendamping Nasional di Lanud Iskandar Muda Aceh tertata dan baik. Dengan begitu, tidak ada terjadi penimbunan stok logistik yang terhambat dikirimkan.
“Mengingat tingginya atensi dan animo masyarakat bergerak untuk membantu masyarakat terdampak, BNPB juga berkomitmen untuk mengupayakan bantuan masuk agar segera terdistribusi sehingga tak ada barang tersimpan di posko lebih dari dua hari,” ujar Abdul.
Perkembangan Operasi SAR
Memasuki hari ke-13, Rabu (10/12) per pukul 14.00 WIB, BNPB mencatat total korban jiwa meninggal dunia berjumlah 969 jiwa atau bertambah 5 jiwa dari hari sebelumnya yang berjumlah 964 jiwa. Dengan begitu, terjadi penurunan jumlah korban masih dinyatakan hilang berjumlah 252 dari sebelumnya 264 jiwa. Sementara itu jumlah pengungsi berjumlah 894.501 jiwa.
