“Perlu dicatat bahwa serangan ini terjadi setelah pasukan Thailand terlibat dalam berbagai tindakan provokatif selama berhari-hari,” katanya.
Sekitar 70% warga sipil Thailand telah dievakuasi dari kota-kota perbatasan, menurut pernyataan tentara Thailand.
Thailand dan Kamboja terlibat dalam konflik perbatasan selama lima hari pada bulan Juli yang menewaskan puluhan orang dan menyebabkan sekitar 200.000 orang mengungsi di kedua sisi perbatasan.
Gencatan senjata awal antara kedua belah pihak disepakati pada 28 Juli setelah Trump melakukan panggilan telepon dengan para pemimpin masing-masing.
Thailand dan Kamboja kemudian menandatangani deklarasi gencatan senjata yang diperluas di Kuala Lumpur pada akhir Oktober dalam sebuah upacara yang disaksikan oleh Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Ibrahim pada hari Senin mengatakan bahwa ia “sangat prihatin dengan laporan bentrokan bersenjata antara pasukan Kamboja dan Thailand,” seraya mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri. (ahmad)
