Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq. Hanif menekankan bahwa aktivitas harian masyarakat dalam ProKlim sangat berpengaruh terhadap penurunan emisi. “Kalau seluruh komunitas dengan kepemimpinan bupati/wali kota mampu menghadirkan komunitas untuk iklim ini, kita bisa membayangkan bahwa Indonesia akan benar-benar handal dan bertanggung jawab dalam komitmen global untuk upaya pengurangan efek gas rumah kaca,” tuturnya.
Hanif juga menegaskan bahwa adaptasi iklim memerlukan proses bertahap, namun langkah-langkah komunitas memberi dampak signifikan. Ia menambahkan bahwa perubahan iklim memang tidak dapat diselesaikan secara cepat, namun adaptasi bisa dilakukan melalui langkah terukur. “Harapan saya, para kepala daerah yang mendapat penghargaan hari ini menunjukkan bahwa merekalah pemimpin yang kita butuhkan.” imbuh Hanif.
Capaian Kota Semarang tidak terlepas dari aksi lapangan komunitas dan warga, termasuk Kampung ProKlim RW 08 Sambiroto yang konsisten menjalankan konservasi air melalui Zero Delta Q, mengaktifkan bank sampah, memproduksi kerajinan daur ulang serta mengelola sampah dengan prinsip 3R.
