Komitmen penguatan lingkungan juga tercermin dalam kebijakan fiskal Kota Semarang tahun anggaran 2026. Pemkot Semarang mengalokasikan Rp700 miliar untuk sektor ketahanan pangan dan lingkungan hidup.
Dari jumlah itu, sekitar Rp500 miliar diarahkan khusus untuk peningkatan kualitas lingkungan, termasuk pengendalian banjir, perbaikan drainase, pengelolaan persampahan, serta peningkatan kualitas permukiman. Alokasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pembangunan kota tetap berorientasi pada keberlanjutan.
Dengan penghargaan ProKlim 2025 dan penguatan kebijakan lingkungan, Kota Semarang menegaskan komitmennya menuju kota yang lestari dan berkelanjutan. (SOL)
