Dengan metode berbasis permainan
yang menyenangkan, program ini diharapkan dapat menumbuhkan minat dan kecintaan siswa terhadap bulu tangkis sejak tahap awal.
“Regenerasi dan pembinaan atlet adalah proses jangka panjang yang tidak bisa diperoleh secara instan. Prosesnya harus dimulai secara konsisten sejak usia dini. Festival SenengMinton menjadi sarana pengenalan bulutangkis yang edukatif dan mudah diterima siswa, sehingga
kecintaan pada olahraga dapat tumbuh lebih dahulu sebelum memasuki tahap latihan yang lebih serius,” ujar Yoppy.
Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Basri Yusuf menyebut penyelenggaraan Festival SenengMinton di lima kota menuai animo positif dari peserta, guru maupun orang tua.
Sepanjang perlombaan fun games itu berlangsung, ratusan siswa-siswi menyemarakkan gelaran terakhir Festival SenengMinton di Kota Sejuta Bunga.
Hal ini menjadi angin segar yang
melambungkan optimisme dalam menjaga mata rantai regenerasi atlet bulutangkis khususnya
di Jawa Tengah.
Menurut Basri, tingginya minat siswa menunjukkan bahwa pendekatan pengenalan bulutangkis di tingkat sekolah dasar merupakan langkah yang efektif untuk menjangkau lapisan grassroot
yang selama ini belum tersentuh pembinaan formal.
