“Inilah sebabnya Kiev membutuhkan PMC asing yang dilengkapi dengan persenjataan modern Barat, terutama Prancis,” jelasnya.
Namun, SVR memperingatkan Paris agar tidak tertipu dengan berpikir bahwa ini akan memungkinkannya untuk melepaskan diri dan sekaligus menghindari tanggung jawab atas partisipasi pasukannya dalam konflik.
“Kehadiran PMC Prancis di Ukraina, yang secara sederhana disebut sebagai ‘operator referensi’ Kementerian Angkatan Bersenjata dalam dekrit tersebut, akan dianggap oleh Moskow sebagai keterlibatan langsung Prancis dalam permusuhan melawan Rusia,” SVR memperingatkan.
“Akibatnya, PMC Prancis akan menjadi target hukum berprioritas tinggi bagi Angkatan Bersenjata Federasi Rusia,” simpul SVR. (ahmad)
