IPOL.ID – Kementerian Agama merilis tahapan Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) 2026. Tahun ini, PMB PTKIN mengusung tema besar “Pendidikan Islam Ramah Difabel” sebagai komitmen nyata menghadirkan akses pendidikan tinggi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Amin Suyitno, menjelaskan bahwa tema PMB PTKIN mencerminkan transformasi sistem seleksi untuk mengakomodasi kebutuhan calon mahasiswa berkebutuhan khusus sejak tahap awal pendaftaran.
“Kami melakukan transformasi pada sistem SPAN dan UM-PTKIN melalui pengenalan Sistem Pemetaan Disabilitas dan Sistem Rekomendasi Peminatan. Tujuannya agar pihak kampus dapat menyiapkan skema pendampingan yang tepat sejak dini, sehingga mahasiswa difabel dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan optimal,” jelas Amin Suyitno di Jakarta, awal pekan ini.
Rilis PMB PTKIN dilakukan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Hadir dalam kesempatan ini, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron, Direktur KSKK Madrasah Nyayu Khodijah, Direktur Pendidikan Agama Islam M Munir, para pimpinan PTKIN, serta kepala madrasah dari berbagai daerah yang mengikuti secara daring.
