“Kuat dugaan biaya yang dikeluarkan hanya separuhnya untuk pembangunan rumah warga,” bebernya.
Sardi yang merupakan politisi kelahiran Aceh, tepatnya di Kampung Kualasegi, Kecamatan Bintang Aceh Tengah dan saat ini berada di lokasi bencana mengatakan saat ini kondisi pasca bencana 60 rumah hilang dibawa air, 20 dan 15 rumah rusak ringan 15.
Tidak hanya itu, para petani kopi, petani cabe dan lainya harus kehilangan lahan pertaniannya akibat longsor dan banjir.
“Kita harapkan ada bantuan juga dari perintah untuk para petani, sehingga mereka bisa menjalankan roda perekonomian untuk keluarganya masing-masing,” katanya.
Sejak tiba di lokasi bencana, Sardi mengungkapkan secara pribadi dirinya memberikan bantuan berupa beras, minyak dan kebutuhan masyarakat serta alat perlengkapan masyarakat di kampungnya.
Bantuan itu, dipandang tidak mencukupi karena pengungsi korban banjir dan longsor begitu banyak.
Bahkan, dijelaskannya setiap harinya kondisi para korban bencana banjir dan longsor sangat mengkhawatirkan. Hal itu dikarenakan, kurangnya bantuan makanan dan pakaian untuk para pengungsi dari pemerintah pusat.

