“Kondisi para korban dipersulit dengan harga kebutuhan pokok yang sangat tinggi. Harga minyak saja 1 liter seharga Rp20 ribu. Lantaran jalur darat rusak berat, yakni jalan nasional dari Aceh Tengah menuju Gayo Kuwes dan Kutecane. Sehingga tidak bisa digunakan masyarakat setempat,” bebernya.
Untuk itu, diharapkannya pemerintah khususnya Menteri PU segara menurunkan alat berat dan kebutuhan solar yang dibutuhkan untuk pengerjaan jalan tersebut. Sehingga, jalur darat yang menjadi jalan utama masyarakat bisa cepat digunakan.
“Ketersediaan solar dan alat berat harus disegerakan. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Dengan aktifnya jalur darat, hal itu akan memudahkan masyarakat dalam memperoleh kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Dalam hal ketersediaan aliran listrik pasca bencana, politisi Beringin yang kedua adiknya menjadi korban kehilangan rumah karena terseret banjir, meminta pemerintah segera memberikan penerangan di lokasi bencana.
“Masyarakat Aceh yang mengalami bencana, sangat berharap aliran listrik segera bisa dinyalakan kembali. Karena warga sangat membutuhkan aliran listrik,” tutupnya.(Sofian)

