“Pas sampai disana, dua orang ini ada di tukang bakso, saya samperin, maksudnya apa lu aniaya adik saya sampai luka, tadi ada saya ga berani nyamperin, beraninya sama anak kecil, kata dia adik saya nantangin padagal adik saya sudah bilang cuma bisa ngasih Rp 10.000 karena gak full sehari,” ungkapnya.
Dia berharap ada keadilan supaya para pedagang tidak merasakan hal sama seperti adiknya yang diganggu oleh preman.
“Saya mencari keadilan, saya sudah lapor polisi pas hari kejadian itu, tapi sempat nunggu lama dan polisinya bilang dua hari balik lagi saja ke Polsek karena pada libur Natal,” ujarnya menirukan ucapan petugas. (Joesvicar Iqbal)

