Bangunan yang runtuh tersebut kemudian hanyut terbawa arus deras. Diduga, korban berada di dalam rumah saat kejadian berlangsung, sehingga ikut terseret aliran air.
Usai melakukan briefing, tim SAR gabungan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU), yakni SRU darat dan SRU sungai. Pencarian difokuskan menyusuri aliran sungai sejauh dua kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang.
“Kami mengoptimalkan pencarian di sepanjang aliran sungai dengan mempertimbangkan arus, medan, serta potensi korban tersangkut di semak atau material bangunan,” tambahnya.
Dalam operasi ini, unsur SAR gabungan melibatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan, TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI, relawan kebencanaan, serta masyarakat setempat. Alat pendukung seperti perahu karet dan peralatan evakuasi turut dikerahkan.
Dudy menyampaikan, hingga siang hari proses pencarian masih berlangsung pada sorti pertama. Evaluasi akan dilakukan untuk menentukan perluasan area pencarian.
“Apabila tidak ditemukan kendala signifikan, pencarian akan diperluas hingga ke muara sungai,” ujarnya.
