Penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp276 triliun ke sektor perbankan, termasuk BSI, diharapkan dapat meningkatkan likuiditas, menurunkan biaya dana, serta mendorong kenaikan pembiayaan hingga dua digit.
“Kondisi ini diharapkan mampu mempercepat aktivitas ekonomi melalui terlibatnya sektor swasta yang lebih aktif, sekaligus mendukung penciptaan lapangan kerja dan menjaga daya beli masyarakat,” jelasnya.
Dari perspektif konsumsi masyarakat, BSI memperkirakan daya beli akan tetap tumbuh pada kuartal pertama tahun 2026.
Optimisme ini terlihat dari meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen ke tingkat 124 pada November 2025, serta pertumbuhan penjualan ritel sebesar 4,3% secara tahunan pada Oktober 2025.
Anggoro menambahkan bahwa kebijakan pemerintah yang berkelanjutan seperti insentif pajak dan program bantuan sosial, termasuk BLT Sejahtera, diharapkan dapat memperkuat konsumsi, terutama pada masyarakat menengah ke bawah.
Dari sisi global, BSI menilai kondisi ekonomi dunia pada 2026 masih diliputi ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan potensi perang dagang, sehingga tingkat optimisme berada di level moderat atau skor 3.

