Meski demikian, tren inflasi global yang melandai membuka peluang penurunan suku bunga global, termasuk Federal Funds Rate (FFR), yang berpotensi mendorong arus modal masuk ke negara-negara dengan prospek pertumbuhan positif seperti Indonesia.
Selain itu, harga emas diperkirakan tetap berada dalam tren penguatan. Kondisi ini menjadi peluang bagi BSI untuk mengembangkan bisnis emas yang terintegrasi dengan ekosistem keuangan syariah, seiring kepemilikan izin bullion bank yang mencakup perdagangan dan penyimpanan emas.
Dari sudut pandang domestik, Anggoro menyatakan bahwa stabilitas politik pada kuartal pertama tahun 2026 dapat membaik seiring upaya pemerintah meningkatkan daya beli dan peran sektor swasta dalam menciptakan lapangan kerja. Hal ini diharapkan menciptakan iklim bisnis yang lebih baik.
Dengan berbagai faktor tersebut, BSI memastikan akan melanjutkan ekspansi bisnis pada kuartal pertama tahun 2026.
Fokus utama akan tertuju pada segmen ritel konsumer, pengembangan Bank Emas, layanan haji, serta peningkatan kolaborasi lintas segmen, mulai dari UMKM, konsumer, SME hingga korporasi.

