Pendekatan ini juga relevan dalam konteks kesehatan mental dan kesejahteraan sosial. Sylvia M. Siregar, Founder & Board of Patrons Filoksenia Foundation, menekankan bahwa ruang dan warna memiliki peran penting dalam mendukung kondisi emosional anak-anak dengan neurodiverse, terutama di tengah dunia modern yang semakin sarat rangsangan visual.
“Bagi anak-anak dengan neurodiverse, ruang dan warna bukan sekadar estetika. Lingkungan visual yang tepat dapat membantu menurunkan kecemasan, meredam overstimulasi, dan menciptakan rasa aman. Dalam pengalaman kami, warna biru sering menjadi penyeimbang emosional yang membuat anak lebih tenang dan fokus,” jelas Sylvia.
Sementara itu, dari perspektif feng shui, Jenie, Feng Shui Expert, memandang rumah sebagai pusat keseimbangan energi di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan.
Menurutnya, dalam feng shui, rumah ideal adalah rumah yang membantu penghuninya menurunkan ritme setelah aktivitas yang padat.
“Warna biru memiliki karakter yang lembut dan menenangkan, sehingga mudah diterapkan di berbagai ruang. Dengan pilihan nuansa biru seperti Slow, Flow, dan Free dalam Rhythm of Blues™, warna dapat disesuaikan dengan fungsi ruang dan kebutuhan energi penghuninya. Pendekatan ini membantu menciptakan rumah yang lebih seimbang, personal, dan nyaman untuk ditinggali,” ungkapnya.
