Asisten Pelatih Jakarta Electric PLN, Alim Suseno, mengakui hasil tersebut cukup mengecewakan karena timnya gagal mempertahankan keunggulan.
“Kalau bicara kecewa, tentu kami kecewa karena sudah unggul 2-0 tetapi akhirnya kalah 3-2. Namun kami tetap bersyukur anak-anak masih diberi kesehatan dan pertandingan ini tetap menghasilkan poin,” ujarnya.
Menurut Alim, kesalahan sendiri menjadi faktor utama kebangkitan lawan. “Mulai set ketiga, receive dan spike kami banyak error. Di poin-poin krusial di atas angka 20, kesalahan kecil sangat menentukan,” tambahnya.
Pemain Electric PLN, Khalisa, menyebut kondisi tim belum sepenuhnya ideal. “Kami siap bertanding, tetapi ada pemain yang baru menjalani operasi sehingga perlu pengaturan menit bermain dan perawatan. Semoga ke depan kondisi tim semakin membaik,” katanya.
Sementara itu, pelatih Pertamina Enduro Bulent Karslioglu menilai kemenangan ini mencerminkan karakter timnya yang masih dalam tahap pembentukan. “Ini pertandingan pertama dan kami adalah tim baru. Kami masih saling mengenal, tetapi hari ini kami menunjukkan karakter dan kemampuan untuk bangkit,” ucapnya.
Megawati Hangestri menyebut kemenangan tersebut menjadi modal pembelajaran penting. “Kami belum tampil sempurna, tetapi hari ini cukup baik karena semua pemain menjalankan tanggung jawabnya. Ini pelajaran berharga untuk laga-laga berikutnya,” tuturnya.
