IPOL.ID – Minggu pagi tak lagi sama tanpa suara kantong ajaib dan tawa Nobita. Setelah puluhan tahun menjadi bagian tak terpisahkan dari masa kecil jutaan orang Indonesia, serial animasi legendaris Doraemon dikabarkan menghilang dari layar RCTI, meninggalkan kenangan manis lintas generasi.
Isu berhentinya Doraemon mencuat dan cepat menyebar di media sosial X (Twitter), setelah akun komunitas @IndoPopBase menyebut bahwa serial legendaris itu telah resmi mengakhiri penayangannya.
Unggahan tersebut viral, bukan karena sensasi, melainkan karena rasa kehilangan yang terasa nyata. Kehilangan akan sebuah rutinitas, sebuah kenangan, sebuah bagian dari masa kecil yang tak tergantikan.
Bagi banyak orang, Doraemon bukan sekadar kartun. Ia adalah alarm akhir pekan. Ia adalah hadiah setelah bangun pagi, sarapan tergesa, lalu duduk manis di depan televisi. Suara khasnya, kantong ajaibnya, dan tingkah polos Nobita menjadi teman tumbuh lintas generasi dari orang tua, anak, hingga cucu.
Kecurigaan mulai menguat ketika Doraemon tak lagi tercantum dalam jadwal siaran resmi RCTI maupun aplikasi RCTI+. Sejak akhir Desember 2025, nama itu menghilang. Sunyi. Padahal selama puluhan tahun, Doraemon seolah tak tergantikan.

