“CGPI menjadi bukti bahwa Finnet berkomitmen untuk membangun kapabilitas dinamis yang agile dan berintegritas. Dengan fondasi GCG yang kokoh, kami siap bergerak lebih agile, terus berinovasi dan menghadirkan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ungkap Rakhmad.
Program CGPI yang diselenggarakan oleh SWA dan Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) sejak tahun 2001 ini merupakan inisiatif riset, pemeringkatan, dan pembinaan tata kelola perusahaan yang bertujuan mendorong peningkatan kualitas GCG melalui evaluasi mendalam, pendampingan, dan perbaikan berkelanjutan.
Pengakuan ini semakin mempertegas posisi Finnet sebagai penyedia layanan fintech yang berkomitmen pada tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Finnet secara konsisten mengutamakan penerapan prinsip GCG dalam setiap proses bisnis untuk memastikan layanan yang aman, andal, dan bertanggung jawab bagi seluruh pemangku kepentingan.
Selain itu, Finnet juga berkomitmen kuat dalam menjaga integritas layanan, termasuk penerapan prinsip Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT), serta penguatan perlindungan data pribadi. Upaya ini diperkuat melalui penggunaan teknologi berbasis AI untuk deteksi dini transaksi mencurigakan, otomasi verifikasi identitas untuk menjaga integritas para merchant, serta peningkatan keamanan berbasis machine learning. Finnet juga didukung oleh berbagai sertifikasi keamanan dan kepatuhan, yang memastikan seluruh layanannya memenuhi standar industri nasional maupun internasional.
