Sementara itu, Medan Falcons mengandalkan Fahri Septian Putratama sebagai pencetak angka terbanyak dengan 15 poin, disusul Luvi Febrian yang menambah 11 poin. Meski demikian, kontribusi tersebut belum mampu mengubah hasil akhir pertandingan.
Hasil ini menjadi kemenangan pertama Jakarta Garuda Jaya di Proliga 2026 setelah sebelumnya menelan kekalahan di seri Pontianak dari Jakarta Lavani Livin Transmedia. Sebaliknya, Medan Falcons kembali harus menelan pil pahit setelah pada laga perdana juga kalah dari Jakarta Bhayangkara Presisi.
Pelatih Jakarta Garuda Jaya, Nur Widayanto, menyebut servis menjadi salah satu faktor kunci kemenangan timnya. Menurutnya, banyak poin diraih melalui tekanan servis yang menyulitkan penerimaan lawan, ditambah permainan cepat dan smes keras yang efektif.
“Kami mengapresiasi kerja keras pemain. Meski sempat kehilangan set kedua, mereka mampu bangkit dan menguasai permainan kembali,” ujarnya.
Di sisi lain, pelatih Medan Falcons Tirta Bhagasasi, Ariyanto Joko Sutrisno, mengakui timnya masih memiliki sejumlah kelemahan yang perlu segera dibenahi. Ia menyoroti sektor pertahanan dan servis yang dinilai belum maksimal, seperti pada pertandingan sebelumnya.
