IPOL.ID – Presiden Donald Trump kepada media mengakui telah “mengambil alih” Venezuela. Washington akan segera akan menjalankan pemerintahan sementara hingga transisi yang “aman dan teratur”. Di pihak lain, Venezuela menolak klaim terebut.
“Kami kini ‘in charge’ atas Venezuela dan dalam kontrol penuh terhadap ladang minyak juga kemungkinan penggunaan cadangan minyak untuk kepentingan kami,” ujar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pernyataan resminya di Washington DC pada Selasa (6/1/2026).
Sebagaimana diketahui, AS mengumumkan operasi militer besar-besaran dan berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, beserta istrinya. Operasi dilakukan AS di tengah konflik yang memanas antara kedua negara. Operasi ini, menurut Trump, merupakan bagian dari upaya menegakkan hukum terhadap dugaan keterlibatan Maduro dalam perdagangan narkoba dan “narco-terorisme”.
Namun, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membantah operasi ini sebagai invasi, menegaskan tindakan itu adalah “penegakan hukum yang presisi.” Sementara itu, laporan menyebut jumlah korban tewas akibat serangan dan pertempuran mencapai sekitar 80 orang, termasuk pasukan keamanan Venezuela.

