Dari Caracas Venezuela diberitakan bahwa pemimpin sementara Delcy Rodríguez menolak klaim AS sekaligus menolak dominasi Washington. “Kami yang memegang kendali atas negara kami sendiri,” ujarnya. Ia juga mengumumkan 7 hari berkabung atas korban konflik ini.
Dalam pernyataannya di pengadilan federal Manhattan, Maduro menyebut dirinya “diculik” dan menolak semua tuduhan. Ia tetap mengklaim dirinya sebagai Presiden sah Venezuela.
Reaksi internasional beragam. Rusia menyerukan pembebasan Maduro dan mengecam langkah AS sebagai agresi terhadap negara berdaulat.
Situasi ini, kini menjadi sorotan dunia, dengan perdebatan soal legalitas aksi militer AS, dampak geopolitik, serta masa depan politik dan ekonomi Venezuela yang masih sangat tidak pasti. (tim)
