IPOL.ID – Guna menjaga cita rasa yang konsisten pada telur asin, salah satu tim Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan alat yang bernama Osmotic Manipulation and Near Infrared Controlled (Osmoinc). Kini, produksi telur asin bisa lebih aman dan tidak lagi membutuhkan waktu berhari-hari berkat alat canggih ini.
Ketua Tim Osmoinc ITS Achmad Mahendra menjelaskan bahwa inovasi yang dikembangkan berawal dari keresahan terhadap metode konvensional pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Proses pembuatan menggunakan kombinasi tanah liat dan garam justru memperlambat pendistribusian permintaan pasar yang semakin meningkat setiap tahunnya. “Proses selama 10 hingga 14 hari bukan waktu yang singkat untuk memenuhi kebutuhan ekspor dari negara lain,” ujar Mahen, sapaan akrabnya, mengutip Minggu (4/1/2026).
Berangkat dari permasalahan tersebut, inovasi ini mendorong para UMKM untuk menjaga higienitas dan kualitas produksi telur asin. Penerapan standar kebersihan dan kecepatan produksi dinilai penting dalam menghasilkan telur asin yang berkualitas. Kedua standar ini menjadi fondasi agar tercipta tekstur telur asin yang masir dan rasa yang lebih seragam di setiap butirnya.
Prinsip tersebut mencetuskan Osmoinc menjadi alat utama dalam memanipulasi tekanan osmosis pada penggaraman telur asin berbasis sensor Near Infrared (NIR). Lebih jelasnya, inovasi ini memanfaatkan perbedaan konsentrasi garam di luar dan dalam telur, sehingga tercapai keseimbangan yang signifikan. Pemanfaatan ini diperkuat dengan adanya analisis non-destructive menggunakan radiasi inframerah dekat untuk mengukur perbedaan konsentrasinya.

