Lebih lanjut, Suharyanto menjelaskan bahwa pengungsi yang memilih tinggal di rumah keluarga akan diberikan dana tunggu hunian sebesar Rp600.000 per Kepala Keluarga (KK) per bulan selama enam bulan.
Menurutnya, dalam jangka waktu enam bulan tersebut pembangunan hunian tetap diharapkan dapat diselesaikan.
“Tantangannya memang jumlahnya sangat besar, sehingga harus dikerjakan dalam waktu yang cepat,” tegasnya.
Selain BNPB, pembangunan hunian juga melibatkan Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, TNI, Polri serta sejumlah lembaga lainnya. Ia optimistis sebelum Ramadhan seluruh pengungsi sudah tidak lagi tinggal di tenda pengungsian.
“Kemungkinan pada 18 Februari sudah tak ada lagi pengungsi di tenda,” tegasnya.
Setelah mengecek pembangunan hunian, Kepala BNPB juga menyusuri aliran Sungai Jambo Aye di desa Seulemak Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara menggunakan perahu bermesin untuk melihat langsung sejumlah titik terdampak banjir besar pada 25 November 2025 yang belum dapat diakses melalui jalur darat. (Joesvicar Iqbal)
