“Kita buat karena kita tidak mau nanti di sebelahnya ada rumah lain lagi yang berbeda model dan tipenya, sehingga lebih baik saya bikin satu cluster. Nantinya saya bikinkan musholah, saya bikinkan ruang pertemuan untuk masyarakat,” katanya.
Secara khusus, Djamari menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI Angkatan Darat yang langsung menyelesaikan tugas membantu para korban bencana. Menurutnya, apa yang disumbangkan ini adalah untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk diri sendiri apalagi untuk karir.
“Mari kita sama-sama tunjukkan kepada bangsa ini kebersamaan kita,” kata Djamari.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang terus berkomitmen membantu penanggulangan bencana ini untuk mendukung tugas pemerintah. TNI AD akan mengirimkan tambahan unit alat berat untuk mempercepat proses pembersihan lumpur akibat banjir bandang dan tanah longsor.
Selain itu, TNI AD juga akan mengirimkan 18 unit escavator, 3 unit escavator long arm, 7 unit bulldozer yang dikirimkan dengan kapal Angkatan Darat Republik Indonesia (ADRI). Kapal akan bergerak ke wilayah Kodam Iskandar Muda di Aceh, Kodam Bukit Barisan di Sumatera Utara, dan Kodam Tuanku Imam Bonjol di Sumatera Barat.

