• Kalsium: 5,38 mg
• Fosfor: 12,57 mg
• Zat Besi: 0,86 mg
• Pektin: 14,89 mg
• Kadar Air: 85,4 g
• Serat: 1,26 g
• Protein: 0,06 g
• Karbohidrat: 0 g
• Lemak: 0,52 g
• Abu: 0,39 g
Menariknya, kecapi sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi masalah pencernaan dan peradangan.
Sebuah riset yang dimuat dalam Journal of Food Biochemistry pada 2022 berhasil mengidentifikasi senyawa bioaktif dalam buah kecapi (Sandoricum koetjape) dan mengeksplorasi khasiatnya untuk kesehatan.
Objek penelitian mencakup berbagai bagian tanaman kecapi, termasuk buah, akar, daun, dan batang, yang dipercaya dapat menurunkan risiko penyakit kronis.
Hasilnya menunjukkan bahwa kecapi mengandung senyawa seperti asam koetjapic (KA), yang memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-kanker, serta senyawa bioaktif lainnya seperti sandoripins dan sandoricin yang memiliki efek anti oksidan dan anti bakteri.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi buah kecapi dapat memberikan manfaat kesehatan, terutama dalam mengurangi peradangan, mencegah kanker, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
