“Selanjutnya petugas dari KAI bersama dengan polisi dibantu warga sekitar mengevakuasi kendaraan minibus agar bisa dijauhkan dari jalur kereta api. Sedangkan penumpang minibus yang berjumlah delapan orang dievakusi menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebingtinggi,” ujar Anwar.
Sementara itu KA Sribilah Utama ditarik menuju Stasiun Tebingtinggi oleh lokomotif penolong guna dilakukan perbaikan lokomotif. Setelah lokomotif berhasil diperbaiki, KA Sribilah utama diberangkatkan kembali dari Stasiun Tebingtinggi tujuan Medan pukul 19.56 WIB dan mengalami kelambatan 84 menit.
“KAI Divre I Sumatera Utara meminta maaf kepada pelanggan KA Sribilah Utama atas kelambatan tersebut. Para pengguna jalan yang melintas di perlintasan sebidang diingatkan untuk selalu memastikan jalur benar-benar aman sebelum melaju,” tegasnya.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Lidya membenarkan bahwa dalam insiden itu delapan orang penumpang minibus meninggal dunia dan satu orang luka berat. Seluruh korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Kota Tebingtinggi.
