Alat berat berupa ekskavator dan dump truk dikerahkan untuk mempercepat proses tersebut. Peralatan ini dioperasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Aceh Tamiang dengan dukungan pembiayaan dari Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Menariknya, para operator alat berat merupakan putra-putra daerah Aceh Tamiang sendiri. Pemberdayaan masyarakat lokal ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam proses pemulihan pascabencana.
“Upaya bersama ini jadi harapan baru bagi Kuala Simpang. Dengan semangat gotong royong dan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, Bukit Tempurung diyakini akan bangkit lebih kuat, lebih tangguh, dan kembali jadi penggerak kehidupan masyarakat Aceh Tamiang,” ujar Abdul. (Joesvicar Iqbal)
