Program S’RASA sendiri merupakan inisiatif promosi kuliner Indonesia melalui restoran-restoran Indonesia di luar negeri. Program ini digagas Kemendag bersama lima kementerian dan lembaga lainnya sebagai bagian dari diplomasi ekonomi dan budaya.
KUAI KBRI Belanda Mariska Dwianti Dhanutirto menyampaikan bahwa S’RASA tidak hanya memperkuat diplomasi kuliner, tetapi juga mendorong peningkatan ekspor rempah dan bumbu Indonesia.
“Kami mendorong restoran Indonesia di luar negeri menjadi pintu masuk peningkatan ekspor produk rempah dan bumbu Indonesia ke pasar global,” ujarnya.
Dalam pameran Horecava 2026, Paviliun Indonesia turut menampilkan restoran peserta program S’RASA, yakni Warung Barokah dan Toko Kalimantan. Keikutsertaan tersebut difasilitasi oleh Atase Perdagangan RI di Den Haag.
“Atensi pengunjung terhadap keaslian cita rasa kuliner Indonesia menjadi sarana efektif untuk mempromosikan potensi gastronomi Tanah Air,” kata Atase Perdagangan RI Den Haag Annisa Hapsari.
Sebagai informasi, Bango merupakan salah satu merek kecap terkemuka di Indonesia yang telah menjadi bagian dari tradisi kuliner nasional selama beberapa generasi dan dikenal akan cita rasa autentik serta kualitasnya yang konsisten.(Vinolla)
