IPOL.ID – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengusulkan agar Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) dihapus dan digabung ke Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Usulan itu disampaikan Menag dalam sambutan penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Tahun 2026 di Jakarta, baru-baru ini.
Menag menilai, STQ sejatinya bertujuan untuk efisiensi penyelenggaraan MTQ. Namun, menurutnya, energi yang dikeluarkan untuk STQ hampir setara dengan MTQ. “Kalau ini disepakati ya, Musabaqah Tilawatil Quran itu yang kita tetapkan. Tidak ada lagi STQ. Seleksi Tilawatil Qur’an itu digabungkan menjadi MTQ,” ujarnya.
Menurut Menag, MTQ bukan sekadar ajang lomba, tetapi momentum penguatan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Ia mengatakan, penggabungan ini akan meningkatkan gairah masyarakat dalam ber-Quran. “InsyaAllah kalau ini dilakukan, saya yakin semangat untuk ber-Quran di masyarakat Indonesia akan sangat bagus,” katanya.
Menag juga menilai antusiasme masyarakat terhadap MTQ sangat tinggi. Ia menyebut banyak provinsi yang “mengantre” menjadi tuan rumah karena dampak ekonomi dan sosialnya besar.
