Agusman menambahkan, profil risiko perusahaan pembiayaan masih terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross sebesar 2,44 persen dan NPF Net 0,85 persen.
Di sektor pegadaian, penyaluran pembiayaan tumbuh signifikan sebesar 42,88 persen secara tahunan menjadi Rp125,44 triliun. Dari total tersebut, pembiayaan produk gadai mendominasi dengan nilai Rp102,75 triliun atau sekitar 81,92 persen.
Adapun pembiayaan modal ventura pada November 2025 tercatat tumbuh 1,20 persen secara tahunan dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp16,29 triliun. (*)
