Dalam kesempatan sama, Kasudin Sumber Daya Air Jakarta Selatan, Santo, memastikan, saat ini sudah tidak ada lagi genangan air yang tersisa.
“Sudah tidak ada,” ujar Santo di lokasi kerja bakti di Jalan Kapten Tendean.
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta pada Senin (13/1/2026) pukul 17.00 WIB, banjir sempat merendam 20 RT di Jakarta Selatan.
Genangan tersebar di sejumlah kelurahan, antara lain, Pela Mampang, Cilandak Barat, Pondok Labu, dan Cipete Utara. Kelurahan lainnya, Duren Tiga, Cilandak Timur, dan Pejaten Timur. Ketinggian air saat itu berkisar antara 30 sentimeter (cm) hingga 100 cm.
Banjir dipicu curah hujan tinggi serta luapan Kali Krukut, dan seluruh titik masih dalam proses penanganan.
Santo katakan bahwa banjir terdapat 13 titik yang tersebar di beberapa kecamatan.
Titik terakhir yang surut berada di kawasan Pulo Raya.
“Kebetulan kemarin yang paling terakhir surut ada di Pulo Raya, ya. Itu jam sekitar jam 02.30 WIB dini hari (sudah surut),. Tapi sudah cepat surut,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, Kasudin SDA Santo pun memastikan per pagi ini Jakarta Selatan sudah terbebas dari genangan.
