“Yang namanya menjadi pimpinan, harus siap jika dikritik,” kata Putri dalam keterangan resminya.
Putri telah mengerahkan Inspektorat untuk mengaudit desa tersebut. Selain memeriksa pembangunan yang dikeluhkan masyarakat, audit dilakukan untuk mendalami kronologi kejadian versi kepala desa.
“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang selalu memberikan masukan. Semoga kejadian ini dapat diambil hikmahnya, khususnya oleh rekan-rekan kepala desa dan pejabat lainnya,” tuturnya.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga berharap agar pejabat publik tidak antikritik.
“Manakala ada orang yang mengkritik, mengunggah pembangunan yang belum berkeadilan, jalan rusak, drainase rusak, atau rumah rakyat miskin yang tidak terperhatikan, jangan melakukan pengancaman,” ungkap Dedi.
Dedi meminta setiap kepala desa untuk melakukan introspeksi dan segera memperbaiki kinerja jika ada kekurangan, alih-alih membungkam masyarakat yang bersuara kritis.(Vinolla)

