Selain bantuan logistik, pihak kelurahan juga berkoordinasi dengan Puskesmas setempat guna melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang mengungsi.
Berdasarkan pendataan sementara, jumlah warga terdampak banjir di Cakung Barat mencapai lebih dari 1.000 jiwa, dengan rincian sebagai berikut:
● RW 03: sekitar 300 jiwa, mengungsi di musala
● RW 06: sekitar 300 jiwa, mengungsi di Musala At-Taqwa
● RW 08: sekitar 600 jiwa, dengan titik pengungsian di Gereja GBI Kampung Baru (sekitar 50 jiwa telah mengungsi)
Sementara, warga terdampak banjir berharap kepada pemerintah segera menghadirkan solusi permanen untuk mengatasi banjir yang kerap berulang setiap musim hujan. Normalisasi kali, perbaikan drainase, hingga pembangunan embung dinilai mendesak untuk menekan risiko genangan di kawasan tersebut.
“Banjir ini bukan hanya soal hujan deras, tapi juga soal kapasitas saluran air dan pengelolaan lingkungan. Kami berharap ada langkah nyata agar kejadian seperti ini tidak terus terulang,” kata salah satu warga terdampak tak ingin disebut identitasnya.
