Dalam materinya yang berjudul teknologi dan keselamatan nuklir, Anhar menyampaikan saat ini pemanfaatan energi nuklir sebagai pembangkit listrik bersih telah diterapkan di lebih dari tiga puluh negara dengan ratusan unit PLTN yang beroperasi. Hingga tahun 2025, pembangunan PLTN masih terus berlangsung, terutama di kawasan Asia dan China sebagai negara dengan perkembangan paling signifikan.
“Di benua Afrika, negara yang telah memiliki PLTN adalah Afrika Selatan. Mesir sudah membangun dan sebentar lagi selesai. Beberapa negara Afrika lain juga mulai menunjukkan komitmen kuat untuk memasuki era energi nuklir, seperti Ghana, Ethiopia. Mereka juga akan masuk ke energi nuklir,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anhar juga mengulas perjalanan panjang teknologi reaktor nuklir mulai dari reaktor generasi pertama yang bersifat eksperimental, generasi kedua yang menjadi tulang punggung PLTN komersial dunia, hingga generasi ketiga yang dilengkapi peningkatan sistem keselamatan dan efisiensi. “Saat ini, pengembangan reaktor generasi keempat terus dilakukan di berbagai negara dengan desain revolusioner yang mengedepankan efisiensi tinggi dan aspek keselamatannya,” jelasnya.
