Kembali ke ritme permainan awal, LavAni mendominasi set keempat. Boy Arnes dkk tampil gemilang dengan beberapa spike tajam yang sulit diantisipasi. LavAni memimpin 16-11 di pertengahan set. Meski Bhayangkara Presisi memberikan perlawanan tangguh saat tertinggal 18-23, ketenangan para pemain LavAni dalam mengeksekusi bola-bola krusial akhirnya menyudahi perlawanan Bhayangkara dengan skor 25-18.
Asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni mengaku belum puas permainan dari anak asuh David Lee itu. “Saya belum puas dengan permainan anak-anak. Masih banyak yang akan kita evaluasi,” kata Erwin usai laga.
Erwin lebih lanjut menyebut, bahwa seharusnya masih banyak yang harus diperbaiki timnya.
Sementara itu, pelatih Bhayangkara, Reidel Toiran mengatakan kekalahan timnya lebih banyak kesalahan yang dilakukan anak asuhnya pada laga itu.
“Banyak kesalahan yang dilakukan anak-anak. Itu nanti akan kita evaluasi pada laga berikutnya,” ujar Toiran kepada wartawan.
Pemain Bhayangkara, Rendy Tamamilang menyebut kalau timnya masih banyak yang diperbaiki.(bam)
