Seala juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Menurutnya, tantangan global menuntut Polri untuk terus berinovasi menggandeng seluruh elemen masyarakat, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.
“Pemolisian komunitas adalah kunci membangun keamanan berkelanjutan berbasis kepercayaan dan partisipasi publik,” imbuhnya.
Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Ketua Sidang Prof Supriatna, dengan promotor Prof Sudarsono Hardjosoekarto. Sementara ko-promotor terdiri dari Prof Arthur Josias Simon Runturambi, dan Dr Chairul Muriman Setyabudi.
Dewan penguji turut diisi oleh sejumlah akademisi dan praktisi nasional, antara lain Prof Yon Machmudi, Prof I Ketut Surajaya, Muhammad Syaroni Rofii, Dr Ahmad Ibrahim Badry, S.Fil., M.Hum, CertDA, serta Irjen Pol (Purn) Dr Benny Jozua Mamoto.
Keberhasilan Kompol Seala meraih gelar doktor dengan predikat Cum Laude itu diharapkan dapat memperkuat kontribusi Polri dalam pengembangan kebijakan pemolisian komunitas berbasis riset akademik.
