Sementara, Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal mengungkapkan beberapa faktor tawuran di wilayah hukum Jakarta Timur.
“Pemicunya banyak sekali, yang pertama adalah faktor kurangnya kasih sayang dari orangtua dan keluarga,” kata Kombes Alfian di kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu (21/1/2026).
Alfian menerangkan, faktor lain tawuran terjadi di Jakarta Timur karena adanya provokasi.
Biasanya, para remaja sangat mudah diajak untuk ikut tawuran untuk menunjukan keberanian dan mencari jati dirinya.
“Kemudian masalah ekonomi, dan tentunya juga beberapa faktor lainnya yang menyulut tawuran karena sudah diprovokasi,” tukasnya.
Sehingga, upaya dilakukan polisi berpangkat melati tiga itu bakal berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Pendidikan, Babinsa dan Binmas untuk sosialisasi bahaya tawuran.
Penyuluhan terhadap pelajar diakui Alfian sangat penting agar mereka bisa terhindar dari aksi tawuran.
“Supaya mereka bisa sadar dan tidak melanggar hukum,” pungkas Alfian. (Joesvicar Iqbal)
