“Dinas Kesehatan harus segera melakukan observasi. Apakah virus ini sama dengan Covid 19 atau tidak. Jika ini kategori membayakan masyarakat harus dipersiapkan langkah-langkah pencegahannya,” bebernya.
Untuk diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak November 2025 telah menyatakan bahwa virus H3N2 subclade K telah mengalami setidaknya tujuh kali mutasi. WHO juga mencatat virus ini menyebar cepat dan mendominasi di sejumlah negara di belahan bumi di atas khatulistiwa.
Situasi global menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Data Amerika Serikat per 30 Desember 2025 mencatat influenza berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi di 32 negara bagian, meningkat tajam dari 17 negara bagian pada pekan sebelumnya.
Jumlah pasien influenza yang dirawat di rumah sakit melonjak menjadi 19.053 orang, dari 9.944 pada minggu sebelumnya.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) juga memperkirakan sekitar 3.100 kematian akibat influenza pada musim flu kali ini, dengan sebagian besar kasus disebabkan oleh virus H3N2.(sofian)

