Faktor pemicu keterlibatan mereka beragam, mulai dari perundungan, kondisi keluarga tidak harmonis, trauma, minimnya perhatian orang tua, hingga paparan konten pornografi dan kekerasan.
Kombes Mayndra mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua dan pihak sekolah untuk lebih waspada terhadap perubahan perilaku anak.
“Ciri-ciri perlu diwaspadai antara lain, ketertarikan berlebihan pada simbol dan tokoh pelaku kekerasan, menarik diri dari pergaulan, menyukai konten sadistik, marah saat gawainya diperiksa, serta membawa benda identik kekerasan ke sekolah,” tutupnya. (Joesvicar Iqbal)
