IPOL.ID – Beberapa jam setelah operasi militer menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dari kekuasaan dan membawanya ke Amerika Serikat, Presiden AS Donald Trump menegaskan untuk sementara waktu akan memimpin Venezuela.
Ia juga akan memanfaatkan cadangan minyak negara tersebut yang dikenal melimpah untuk dijual ke negara lain.
Langkah ini menyusul tekanan selama berbulan-bulan dari pemerintahan Trump terhadap negara Amerika Selatan tersebut dan pemimpinnya, yang berpuncak pada apa yang digambarkan oleh para pejabat sebagai upaya tegas untuk memaksa perubahan rezim.
Berbicara kepada wartawan setelah penangkapan Maduro, Trump mengatakan Washington akan memanfaatkan kekosongan kepemimpinan untuk “memperbaiki” infrastruktur minyak Venezuela dan menjual “sejumlah besar” minyak ke luar negeri.
Ia kemudian mengatakan Amerika Serikat akan membantu memerintah negara tersebut hingga transisi dapat diatur.
“Kita akan menjalankan negara ini sampai saatnya kita dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” kata Trump dalam konferensi pers di kediamannya di Mar-a-Lago, menyebut operasi tersebut “sangat sukses” dan memperingatkan bahwa hal itu harus berfungsi sebagai pencegah terhadap ancaman terhadap kedaulatan atau nyawa AS.

