Saat dikonfirmasi pada Rabu malam, Cosmas kembali membenarkan kejadian tersebut. Ia menambahkan bahwa kondisi psikologis kliennya masih diliputi duka mendalam atas meninggalnya Prada Lucky Namo. Karena itu, ia meminta agar penanganan kasus ini mendapat perhatian serius dari pimpinan tertinggi negara dan institusi militer.
“Saya sebagai kuasa hukum meminta Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI turun tangan. Proses hukum harus berjalan secara jelas, adil, dan sesuai aturan,” tegas Cosmas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI terkait dasar hukum maupun tujuan penjemputan Pelda Christian Namo di Pelabuhan Tenau Kupang, NTT.(Vinolla)
