IPOL.ID – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, peningkatan partisipasi perempuan di bidang sains dan teknologi bukan sekadar isu kesetaraan, tapi kunci pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di masa depan.
Indonesia diproyeksikan membutuhkan 12 juta talenta digital pada 2030, sementara saat ini masih terdapat kekurangan sekitar 3 juta talenta.
Menurut Meutya, tantangan tersebut tidak akan teratasi tanpa membuka akses yang lebih luas dan adil bagi anak perempuan untuk belajar, tumbuh, dan berkarier di bidang teknologi.
“Indonesia diproyeksikan membutuhkan 12 juta talenta digital pada 2030. Tantangannya bukan hanya soal jumlah, tetapi soal akses yang setara bagi anak perempuan untuk terlibat dan tumbuh di dalamnya,” ujar Menkomdigi Meutya Hafid dalam acara AWS Girls’ Tech Day di Bekasi, akhir pekan kemarin.
Menkomdigi menyoroti fenomena leaky pipeline atau berkurangnya jumlah perempuan yang berkarier di sektor teknologi.
Data menunjukkan partisipasi perempuan dalam pelatihan digital mencapai 36 persen.
