Namun, hanya sekitar 17 persen yang benar-benar melanjutkan karier profesional di bidang teknologi.
“Di Indonesia, peran teknis mendalam seperti AI dan engineering baru melibatkan sekitar 15 hingga 18 persen perempuan. Kita harus memastikan akses digital berkembang menjadi keterampilan dan peluang kerja nyata,” tegasnya.
Visi kementerian melalui slogan “Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga” menjadi fondasi untuk mengatasi masalah ini.
Terhubung berarti membuka akses pengetahuan bagi anak perempuan, Tumbuh berarti mengembangkan talenta, serta Terjaga berarti menciptakan ruang digital yang aman dan inklusif.
Meutya menjelaskan bahwa faktor struktural sering kali menghambat perempuan di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Stereotip gender, kurangnya rasa aman, hingga minimnya role model menjadi penyebab utama.
Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen menjaga ruang digital agar tetap ramah bagi perempuan dan anak.
Menkomdigi mengapresiasi program AWS Girls’ Tech Day sebagai bentuk kolaborasi pemerintah dengan industri.
