IPOL.ID – Protes warga terhadap bau busuk atau tidak sedap yang ditimbulkan dari operasional Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara masih bergulir.
Guna menyelesaikan pro dan kontra terhadap operasional RDF Plant. Ketua Fraksi PKB di DPRD DKI, Puadi Lutfhi meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh.
Hal itu dikarenakan, RDF Rorotan memerlukan penanganan yang lebih komprehensif, tidak cukup hanya dengan perbaikan teknis di permukaan.
“Fasilitas senilai Rp 1,28 triliun tersebut tercatat telah beberapa kali dihentikan sementara sejak masa uji coba. Ini indikator bahwa ada aspek mendasar yang perlu dievaluasi secara serius,” ujar Puadi, Kamis (19/2/2026).
Instruksi penggunaan truk compactor tertutup untuk pengangkutan sampah, lanjutnya, adalah langkah awal yang tepat. Namun, bau yang ditimbulkan secara berulang menunjukkan adanya persoalan sistemik.
Karena itu, loyalis Cak Imin itu menyebut, sumber persoalan tidak semata terletak pada armada pengangkut, melainkan pada ketidaksesuaian antara karakteristik sampah yang masuk dengan spesifikasi teknologi RDF, yang dirancang untuk mengolah sampah yang telah terpilah dan relatif kering.

